spiritual books religi
 
Picture
Judul Buku : Ma'rifatullah melalui Jihad Al Akbar (Futuh al Mukasyafah)
Penulis       : Amiruddin Syah
Penerbit     : Institut Kajian Tasawuf "Az Zukhruf" Jakarta
Halaman     : 218 halaman
Kategari      : Tasawuf & Sufisme


Jihad terbagi menjadi dua, pertama jihad melawan musuh yang nampak dan kedua jihad melawan hawa nafsu. Ada tiga nafsu yang harus diperangi  yaitu: nafsu amarah, lawamah dan hayawaniayah. Agar segera memasuki nafsu muthma'inah (jiwa yang tenang) dan melepaskan jiwa yang gaduh menuju ke jiwa yang tenang sebaiknya dituntun oleh seorang guru. Dalam buku ini lebih banyak diulas mengenai jihad merantai hawa nafsu, memerangi hawa nafsu, lebih tepatnya mengendalikan hawa nafsu agar dapat sampai ke nafsu muthma'inah. Nafsu muthma'inah diperlukan untuk memasuki singgasana Allah, menjadi tamu Allah, adalah wajib hukumnya untuk bertemu Allah ketika masih berada dimuka bumi ini.

Futuh al Mukasyafah, berasal dari kata futuh yaitu sebuah keberhasilan dari usaha dan munajat si fakir kepada Allah sehingga tersingkap hijab atas dirinya. Maka terbukalah jalan memasuki penyingkapan (mukasyafah). Dan mukasyafah adalah terbukanya  rahasia dibalik rahasia ke Ilahian. Disinilah pengalaman spiritual, pada puncaknya. Terbukanya hijab secara gamblang, sehingga tidak diragukan lagi kehadiran Wujud yang tidak berawal dan berakhir. Penampakan keindahan dari semua keindahan yang abadi pada wilayah batin. Inilah kata lain dari tajali Ilahi, kasyf atau liqa' Allah. Dari sinilalah dimulainya sahadah.

"Dan aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, aku bersaksi bahwa Muhmmad Rosul Allah".

Bahwa si fakir benar telah menyaksikan Nur Insan (RuhKu), Nur Muhammad(RosulKu) dan Aku. Aku didalam Wujud. Sebelum
ruhKu kembali bersaksi (mukasyafah), perjalanan diawali dengan perang suci terhadap hawa nafsu yang menghambat. Perang suci untuk membersihkan nafsu (jiwa), sehingga mampu mendengan panggilan dari Allah, itu merupakan kemenangan yang disebut Futuh al Ibarah (mengerti symbol). Sebab jiwanya telah mendekati kesucian Futuh al halawah.

Dalam buku ini juga diuraikan empat macam manusia, yaitu: pertama manusia yang celaka dan sengsara, miskin tidak punya apa-apa dan tidak mengenal Allah. Kedua, manusia celaka yaitu mempunyai kekayaan dunia yang berlimpah ruah namun tidak mengenal Allah. Ketiga, mukmin yang bodoh yaitu sudah mengenal Allah sewaktu di dunia tapi tidak mau berusah untuk memenuhi kebutuhan dunia yang bertentangan dengan Quran Surat Al Qashash 28 ayat 77. Keempat, mukmin yang bijaksana yaitu pemahaman kehadiran allah dikuasai dan dibuktikan sehinggan penyembahan kepada Allah pasti dan jelas serta memiliki ilmu dunia dan keahlian.

1/25/2012 10:31:22

will be restored shortly

Reply
1/26/2012 03:56:25

Good article bro

Reply
3/12/2012 04:20:12

Many thanks for info

Reply

THX for info

Reply
3/28/2012 03:02:21

will be restored shortly

Reply
7/12/2012 10:39:28

will come back quickly

Reply
4/11/2014 17:24:25

Great site, i've been thinking about getting a free blog from weebly, do you recommend it?

Reply



Leave a Reply.


spiritual books religi